Kenapa kau lukai hatiku? Kau injak-injak sampai ke sudut! Kau buat aku tak dapat lupakan memar-memar dihatiku ini hingga bertahun-tahun lamanya.
Hari-hari yang aku lalui serasa penuh derita dan lubang yang kau buat di hatiku tanpa sadar semakin membesar dan melukai seluruh sisi tubuhku yamg kecil ini.
Ku tak tahu begaimana caranya menggambarkan rasa sakit ini, tapi yang jelas rasa sakit ini lebih pedih dari pada memusuk-nusukkan pisau ke perutmu sendiri.
Di posisi ini aku memandangmu seperti pembunuh berdarah dingin. Entah kenapa perasaan ini terus ada. Tak kutahu alas an yang dapat membuatku menjadi sebodoh ini hingga tak dapat membencimu.
Sampai kini aku tak pernah melupakan semua kenangan diantara kita. Baik itu kenangan indah maupun kenangan yang merenggut hatiku.
Bermenit-menit, berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan dan bertahun-tahun selalu bayangmu yang tak dapat aku hilangkan dari pikiranku setiap aku berjalan, duduk, berdiri maupun tertidur. Baik sadar atau tidak kau ada disana memandangiku takut!
Dimatamu itu ada dendam dan dendam itulah yang membuat aku jatuh cinta dan meta itu pula yang tak pernah bias menghilang, melebur, menguap, melayang dari setiap sel-sel otakku dan membuatku jenuh..perih sendiri.
Satu kenangan terindah kita adalah di malam bulan purnama berhiaskan lamunan cinta dan senandung lama menyambungkan batin dua insan..detakan jantung kami dalam suka cita kota Bali yang gemilang. Sayangnya kini semua cerita ini telah terobek-robek berubah menjadi serpihan oleh sisa dendam yang terus terpancar seperti lampu jalanan di malam tak berbulan tak berbintang di mata kedua anak manusia yang pada saat sebelumnya telah memandang bulan dan bintang tersebut.
Cobalah kau bayangkan rasa yang akan muncul apabila orang yang kau cintai, orang yang selalu Nampak si setiap jalan, setiap cenayang, setiap kesedihan dan setiap kesenangan di kilauan dua bola hitam di rupa ini, membenci dan mendendamimu???

0 komentar:

Posting Komentar

 
Daisy x Daisy. Template Design By: SkinCorner